Visi dan Misi

Visi Bappeda Kabupaten Mandailing Natal

Berdasarkan kondisi umum, potensi, permasalahan dan tantangan yang dihadapi ke depan sebagaimana telah dijelaskan, maka Bappeda kabupaten Mandailing Natal sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai lembaga perencanaan pembangunan nasional dituntut untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas terutama produk berupa rencana pembangunan Daerah. Untuk itu, disusun visi dan misi Bappeda Kabupaten Mandailing Natal yang akan dicapai melalui pencapaian tujuan dan pelaksanaan kegiatan utama dan kegiatan pendukung.

Ada 2 tujuan utama Bappeda Kabupten Mandailing Natal yaitu: terwujudnya rencana pembangunan yang berkualitas, dan terlaksananya penugasan-penugasan lainnya dari Bupati Mandailing Natal dalam kaitan kebijakan pembangunan Daerah. Kedua tujuan tersebut dicapai melalui 4 kegiatan utama yaitu perencanaan dan pendanaan, pemantauan, evaluasi dan koordinasi; dan didukung dengan 4 faktor utama yaitu pengelolaan anggaran, sumber daya manusia, organisasi, dan sarana prasarana kerja. (perhatikan PP 8 tahun 2008)

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, Bappeda Kabupaten Mandailing Natal harus memberikan kontribusi yang signifikan bagi keberhasilan pelaksanaan RPJMD 2011-2016 dan RKPD, melalui penyusunan rencana pembangunan yang berkualitas dan pelaksanaan tugas-tugas lainnya dari Bupati/Pemerintah.

Kualitas rencana pembangunan tersebut dilihat dari: 1) adanya tujuan, target, dan sasaran yang jelas dan terukur; 2) adanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi antardaerah, antarruang, antarwaktu, dan antarfungsi pemerintah, maupun antara pusat dan daerah; 3) adanya keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan; serta 4) integrasi (keterkaitan) dan konsistensi antara pencapaian tujuan pembangunan daerah (RPJMD dan RKPD) dengan tujuan pembangunan yang dilaksanakan oleh masing-masing fungsi pemerintahan baik di tingkat pusat (Renstra/Renja Kementerian/Lembaga) maupun daerah (RPJMD/RKPD/Renstra SKPD).

Apabila keseluruhan hal tersebut dapat terpenuhi, maka berarti Bappeda Kabupaten Mandailing Natal telah mampu berperan dalam mendukung pencapaian, target, sasaran, misi dan visi RPJMD2011-2016. Oleh karena itu, Visi Bappeda Kabupaten Mandailing Natal 2012-2016 adalah:

”Mewujudkan Badan Perencana yang handal, kredibel dan proaktif untuk mendukung pencapaian Madina yang religius, cerdas, sehat, maju dan sejahtera”

Penjelasan Visi:

Proses perencanaan pembangunan harus melibatkan para pelaku pembangunan dan dilaksanakan secara akuntabel serta diarahkan untuk menyelesaikan permasalahan pembangunan di berbagai bidang. Sejalan dengan itu, maka pengertian kata handal, kredibel dan proaktif adalah sebagai berikut:

Handal
Mampu melakukan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi rencana pembangunan sesuai dengan tujuan pembangunan yang akan dicapai serta dapat diimplementasikan.

Kredibel
Menerapkan prinsip-prinsip good governance, yang meliputi antara lain transparansi, taat hukum, partisipatif, keterbukaan, dan akuntabilitas.

Proaktif
Antisipatif dan aktif dalam turut menentukan arah tujuan pembangunan daerah, serta mampu dengan cepat menyelesaikan dan atau memberikan kontribusi secara signifikan dalam penyelesaian permasalahan pembangunan.

Misi Bappeda Kabupaten Mandailing Natal

Untuk mewujudkan visi tersebut di atas, diperlukan tindakan nyata dalam bentuk 5 (lima) misi sesuai dengan peran-peran Bappeda Kabupaten Mandailing Natal, adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan kualitas dan profesionalisme sumberdaya manusia perencana pembangunan.
  • Meningkatkan sistem perencanaan pembangunan daerah.
  • Meningkatkan kapasitas kelembagaan perencana pembangunan.
  • Meningkatkan pemantauan dan evaluasi kinerja pelaksanaan rencana pembangunan daerah, kajian dan evaluasi kebijakan terhadap permasalahan pembangunan, dan pelaporan sebagai masukan bagi proses perencanaan berikutnya dan atau untuk perumusan kebijakan pembangunan diberbagai bidang.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan.

Penjelasan Misi :

Misi Kedua
Perencanaan pembangunan daerah merupakan sub sistem dari sistem perencanaan pembangunan nasional. Sistem perencanaan pembangunan mengedepankan pada pendekatan perencanaan partisipatif yang berlandaskan pada prinsip keterbukaan dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dengan menerapkan prinsip kesetaraan dan keadilan. Peningkatan sistem perencanaan pembangunan daerah ditempuh dengan mengedepankan partisipasi aktif stakeholders agar mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang bersifat komprehensif, dan holistik atau menyeluruh, sehingga mampu memberikan arah kebijaksanaan pembangunan dan menciptakan iklim kondusif bagi keterlibatan aktif stakeholders dalam keseluruhan proses pembangunan daerah.

Misi Ketiga
Institusi perencana harus berperan sebagai pelaksana fungsi manajemen dalam bidang perencanaan. Institusi perencanaan pembangunan harus mampu mengkoordinasikan proses perencanaan pembangunan daerah secara intensif dan menyeluruh.

Misi Keempat
merupakan pelaksanaan peran sebagai think tank yang strategis, mengingat hasil evaluasi terhadap pelaksanaan rencana pembangunan, kajian, evaluasi kebijakan dan rekomendasinya dapat digunakan sebagai masukan strategis kepada Bupati, SKPD ataupun lembaga pemerintahan di tingkat Propinsi serta Nasional dalam menyelesaikan permasalahan pembangunan. Jika peran sebagai think tank ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka akan meningkatkan citra (brand image) Bappeda Kabupaten Mandailing Natal. Karena itu, peningkatan kualitas peran sebagai think tank merupakan bagian dari pembangunan citra lembaga (organizational brand image building).

Misi Kelima
Peningkatan pelayanan merupakan upaya terwujudnya pelayanan prima. Oleh karena itu, institusi perencana pembangunan harus dapat meningkatkan kemampuan menyediakan data atau informasi pembangunan dengan cepat, tepat dan akurat.